Destinasi Andalan Wisatawan di Ujung Genteng

No Comments

Sudah tahu ingin ke mana berwisata akhir tahun kali ini? Datanglah ke Ujung Genteng, Sukabumi, Jabar. Lokasi ini adalah surganya penggila pantai dan air terjun. Berpasir putih, pantai yang landai, dan matahari terbenam cantik ada di sini. Demi menuju Ujung Genteng, Kalian bisa memakai kendaraan pribadi maupun umum. Bila Kalian menggunakan alat transportasi umum, destinasi pertama adalah terminal Sukabumi dan pilihlah angkutan kota menuju terminal Lembur Situ. Habis itu, Kalian dapat menggunakan bus atau elf rute Surade.

Setibanya di Terminal Surade, Kalian bisa naik angkutan umum yang berwarna merah jurusan Ujung Genteng. Bila anda memakai kendaraan pribadi, mari langsung dari sukabumi pergi ke Ujung Genteng yang ditempuh kira-kira 3-4 jam perjalanan. Ujung Genteng merupakan alam liar yang sangat mempesona yang dimiliki oleh Indonesia. Sayangnya, ada sejumlah tempat di sana yang kurang dijaga dan sedikitnya fasilitas-fasiltas pelengkap. Ada jalanan yang kearah Pantai Pangumbahan, Pasir Putih, dan Pantai Ombak 7 yang terbilang belum di aspal. Namun, hal ini menyatakan bahwa pantai-pantai itu masih alami. Perhatikan, mesin ATM juga tidak ada di sana lho!

Saya memberitahukan untuk menaiki kendaraan pribadi untuk berwisata ke Ujung Genteng. Hal ini disebabkan banyak spot pantai dan air terjun yang lokasinya lumayan berjauhan. Selain itu, fasilitas alat transportasi umum pun kurang. Inilah dia spot-spot pantai dan air terjun yang menarik di Ujung genteng:

  • Pantai Tenda Biru. Pantai ini masih sangat alami karena berada di wilayah hutan lindung yang dijaga pihak TNI AU. Harga masuknya sebesar Rp 5.000 saja. Pantai ini amat bagus, karena disaat air surut kita dapat berjalan hampir 200-300 meter ke pinggir pantai ke tengah-tengah. Pasir putih dan bentangan batu karang begitu mempesona, disayangkan kurang terawatnya pantai ini menyebabkan banyaknya sampah yang bertebaran.
  • Pantai Minajaya. Pantai Minajaya sama seperti Pantai Tenda Biru. Bila air laut surut, para traveler bisa menyaksikan ibu-ibu mencari jukut hejo (rumput hijau) di tepian ombak dan bapak-bapaknya berusaha menemukan udang lobster. Di sini, kita dapat membeli ikan atau udang buruan nelayan yang masih tetap segar untuk disantap di saung-saung pinggir pantai. Lagi-lagi saya tidak mendapatkan tempat sampah di area pantai.
  • Pantai Pangumbahan. Wow! Saya senang saat datang ke pantai ini. Bentangan pasir putih menjadi pemandangan yang sangat amazing. Di sini banyak traveler asing yang berselancar dan adanya area pembudidayaan penyu. Bersyukur, saya dapat melihat pelepasan tukik hingga 150 ekor. Seluruh pengunjung bertepuk tangan di saat tukik-tukik penyu dilepas panorama yang mengharukan buat saya.
  • Pantai Amanda Ratu. Pantai ini berada di villa Amanda Ratu. Kita dapat merasakan laut lepas Samudera Hindia dengan deboran ombak yang menarik hati.
  • Pantai Cipanarikan atau Pasir Putih. Hamparan pasir putih mengelilingi pantai ini. View yang amat luar biasa diantara pertemuan air laut dan air tawar muara disini, seolah gurun pasir putih. Sangat alami! Untuk menuju ke pasir putih, alat transportasi harus di parkir di satu kebun. Lalu kita jalan kurang lebih 3-5 menit menjelajahi hutan lindung. Di sinilah kita disuguhi alam liar dengan hamparan pasir putih lambut yang masih perawan.
  • Pantai Ombak 7. Maaf betul saya tidak berwisata ketempat ini karena waktu saya yang sangat singkat. Untuk pergi ke sana, menurut penghuni setempat, harus membeli ojek dengan harga Rp 150 ribu lalu menyusuri hutan melewati 3 sungai dan jalan setapak. Bila hujan, harga ojek bisa sampai Rp 200-250 ribu lantaran jalanan amat terjal. Ombak 7 ini diberikan nama oleh turis asing, lantaran di sana ombaknya bagus untuk berselancar. Mudah-mudahan saya bisa ke sana dilain waktu.
  • Curug Cikaso. Air terjun Cikaso mempunyai pemandangan yang amat luar biasa indahnya. Lokasinya memang sangat jauh dari pantai-pantai yang sudah saya datangi. Jika Anda membawa mobil sendiri, bisa datang lagi ke arah Surade dan jika anda menggunakan alat transportasi umum, Anda dapat menyewa ojek atau transportasi kota karena untuk menuju ke wisata air terjun Cikaso belum ada alat transportasi umum. Dari lokasi parkir kendaraan, Kalian bisa naik kapal motor dengan biaya Rp 60.000 serombongan. Atau, Anda jalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 5 menit, tidak lebih 200 meter.